Sinopsis Landasan Peserta Didik


KARAKTERISTIK DAN PERBEDAAN INDIVIDU

Manusia adalah makhluk yang dapat dipandang dari berbagai sudut pandang. Berbagai pandangan itu membuktikan bahwa manusia adalah makhluk yang kompleks. Individu adalah manusia yang berkedudukan sebagai pribadi yang utuh, pilah, tunggal, dan khas. Ia sebagai subjek yang merupakan suatu kesatuan psiko-fisik dengan berbagai kemampuannya untuk berhubungan dengan lingkungan, dengan sesama, dan dengan Tuhan yang menciptakannya. Terlepas dari itu, tentu saja setiap individu memiliki perbedaan yang tidak dimiliki setiap individu lainnya. Perbedaan itu dapat dilihat dari kognitifnya, tiga pembentukan kemampuan (taxonomy Bloom) yaitu kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Kemampuan kognitif menggambarkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dan merupakan hasil belajar tiap orang yang dipengaruhi faktor lingkungan (dasar) dan faktor lingkungan (ajar). Kecakapan bahasa, apabila latar belakang keluarga memiliki pembendaharaan bahasa dan seni tentu anak akan mendapat keuntungan dan begitu pula sebaliknya. Latar belakang dalam kebiasaannya di sekolah maupun di luar sekolah, bakat yang merupakan kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir dan perlu dikembangkan, dan kesiapan belajarnya agar meningkatkan motivasi belajarnya.

Manusia terus mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis. Pertumbuhan dan perkembangan manusia dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain keturunan, sosial ekonomi, sosial kulturasi, kesehatan, dan latar belakang kehidupan keluarga. Pertumbuhan tersebut dialami sejak manusia masih di dalam kandungan dan lebih lanjut berlangsung sejak manusia itu lahir. Pada saat itulah, masing-masing organ mencapai tingkat kematangan dan mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Kematangan pertumbuhan fisik ditandai oleh fungsinya masing-masing organ, berpengaruh terhadap perkembangan non fisik, seperti berfikir , bahasa, sosial, emosi, dan pengalaman terhadap nilai, norma dan moral.

 


PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN REMAJA

Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat dalam perjalanan waktu tertentu sedangkan perkembangan merupakan proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan lingkungannya. Hukum pertumbuhan antara lain adalah hokum Cepphalocoudal yang artinya pertumbuhan fisik dimulai dari kepala ke arah kaki dan hokum Proximodistal yang artinya pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi. Pertumbuhan fisik dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor nutrisi, perawatan fisik, maupun perawatan psikis seperti kasih sayang atau cinta kasih. Hukum perkembangan menyatakan bahwa perkembangan kemampuan sosio-psikologi berawal dari hal-hal yang umum menuju hal-hal yang khusus. Perkembangan secara keseluruhan mengikuti periodisasi yang teratur, yang dari masa pra-natal, masa bayi, masa anak-anak, masa anak sekolah, remaja, dewasa, dan masa tua. Penahapan perkembangan ini mengikuti tahap perkembangan kemampuan fungsi fisik. Kebutuhan pada remaja dibedakan atas kebutuhan primer dan sekunder. Menurut Freud, kebutuhan itu dapat dikaitkan dengan kebutuhan seksual disusul padangan Erickson yang lebih menekankan pada kepentingan bersosialisasi. Kebutuhan normatif adalah sejenis kebutuhan yang berkaitan dengan kebutuhan mengembangkan diri yang disesuaikan dengan kondisi sekarang dan masa depan.

Prilaku manusia disebabkan oleh dorongan-dorongan atau motif. Motif inilah yang mendorong individu sehingga muncul berbagai kebutuhan misalnya kebutuhan untuk mempertahankan diri dan kebutuhan untuk mengembangkan diri. Kebutuhan untuk berafiliasi dengan sesama dan kebutuhan untuk berprestasi merupakan kebutuhan-kebutuhan dasar manusia setelah mencapai jenjang remaja. Hal ini sejalan dengan pendapat Rogers dan Erickson.


PERTUMBUHAN FISIK

Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Pada dasarnya perubahan fisik remaja disebabkan oleh kelenjar pituitari dan kelenjar hypothalamus. Kedua kelenjar itu masing-masing menyebabkan terjadinya pertumbuhan ukuran tubuh dan merangsang aktivitas serta pertumbuhan ukuran tubuh dan merangsang aktivitas serta pertumbuhan alat kelamain utama dan kedua pada remaja. Kelenjar pituitari yang terletak didasar otak mengeluarkan dua macam hormon, yaitu hormon pertumbuhan dan hormone gonadotropik yang berfungsi mengaktifkan kelenjar kelamin. Pertumbuhan fisik yang tepat akan dapat dicapai apabila terjadi keseimbangan kerja kelenjar pituitari dan gonadotropik.

Pertumbuhan fisik pada remaja ditandai oleh perubahan-perubahan seperti perubahan ukuran tubuh yang selama masa remaja pertumbuhan tinggi badan bertambah dua kali lipat, proporsi tubuh yang kurang proporsional, ciri kelamin utama yaitu kematangan fungsi alat kelamin utama yang pada wanita mengalami menstruasi pertama dan pada laki-laki mengalami “mimpi pertama”, dan ciri kelamin kedua seperti pinggul melebar dan mencuatnya puting susu pada wanita dan tumbuhnya kumis dan jenggot serta bulu di sekitar kelamin, dan membesarnya jakun pada laki-laki. Urutan dan irama pertumbuhan fisik antara laki-laki dan wanita tidak sama yaitu pada dua tahun lebih cepat dari pada laki-laki. Faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik ini disebabkan karena faktor keluarga yaitu meliputi faktor keturunan dan lingkungan keluarga, faktor gizi yang erat hubungannya dengan kondisi sosial ekonomi keluarga, faktor emosional yang bertalian dengan gangguan emosional yang dialami selama perkembangannya, faktor jenis kelamin dimana laki-laki cenderung memiliki ukuran tubuh lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan wanita dan yang terakhir adalah faktor kesehatan. Perlu diketahui bahwa pertumbuhan fisik mempengaruhi perkembangan tingkah laku remaja dan remaja yang banyak memperhatikan kelompok sebaya perlu mendapatkan perhatian dari para pendidik dalam proses pendidikan agar dapat membiasakan diri hidup sehat dan tidak menyimpan kejalan yang salah.


PERKEMBANGAN INTELEK, SOSIAL, DAN BAHASA

Intelek adalah kecakapan mental, yang mengambarkan kemampuan berfikir. Banyak definisi tentang intelegensi namun makna intelegensi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam berfikir dan bertindak. Kemampuan berfikir atau intelegensi diukur dengan tes itelegensi yang terkenal adalah tes Binet-Simon. Hasil tes intelegensi dinyatakan dalam bentuk nilai IQ, dan hal itu banyak gunanya karena tingkat intelegensi berpengaruh terhadap banyak aspek. Kemampuan berfikir berpengaruh terhadap tingkah laku, dimana seseorang yang berkemampuan berfikir tinggi akan cekatan dan cepat bertindak, terutama dalam menghadapi permasalahan. Hal ini akan berakibat pada pembentukan sikap mandiri dan sebaliknya seseorang yang berkemampuan berfikir kurang akan lebih bersikap tergantung. Ciri-ciri pokok dalam perkembangan intelek remaja dapat disebut sebagai berfikir deduktif hipotesis dan berfikir kombinatoris. Perkembangan intelegensi dipengaruhi oleh faktor antara lain pengalaman belajar termasuk berbagai bentuk latihan, lingkungan, terutama kondisi lingkungan keluarga.

Perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia. Perhatian remaja mulai tertuju pada pergaulan di dalam masyarakat dan ia membutuhkan pemahaman tentang norma kehidupan yang kompleks. Adapun faktor yang mempengaruhinya adalah kondisi keluarga, kematangan anak, status sosial ekonomi keluarga, pendidikan dan kapasitas mental terutama intelek dan emosi. Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain usia anak, kondisi keluarga, tingkat kecerdasan, status sosial ekonomi keluarga, dan kondisi fisik anak terutama dari kesehatannya. Terlepas dari itu, bakat juga merupakan aspek yang harus diperhatikan dalam membantu perkembangan seseorang individu. Bakat itu adalah sifat atau kemampuan potensial yang dimiliki setiap orang dan berkembang dengan amat baik jika mendapatkan rangsangan yang tepat. Perkembangan bakat seseorang dipengaruhi oleh faktor dalam anak dan lingkungan.


PERKEMBANGAN AFEKTIF

Emosi adalah  warna efektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik. Perubahan fisik itu antara lain terjadinya ketegangan otot atau tangan terasa bergetar, bulu roma berdiri jika takut, dan masih banyak lagi perubahan-perubahan fisik lainnya. Pola emosi remaja adalah sama dengan pola emosi masa kanak-kanak. Jenis emosi secara normal dialami adalah cinta/kasih sayang terhadap seseorang, gembira akan sesuatu yang menyenangkan, ketakutan dan kecemasan,  kamarahan/permusuhan yang disebabkan oleh faktor yaitu adanya kenyataan bahwa perasaan marah berhubungan sebagai usaha untuk melindungi haknya, adanya rasa dendam/kecenderungan merasa tersiksa, perasaan marah yang sengaja disembunyikan dan diekspresikan melalui tindakan yang samar-samar, serta kemarahan yang berbalik pada dirinya sendiri.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi emosi antara lain: kematangan dan belajar serta kondisi-kondisi kehidupan atau kultur.Adaperbedaan individual dalam perkembangan emosi yang sebagian disebabkan oleh keadaan fisik, taraf kemampuan intelektual, dan kondisi lingkungan. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pendidikan, guru dapat melakukan beberapa upaya dalam pengembangan emosi remaja misalnya konsisten dalam pengelolaan di kelas, mendorong anak bersaing dengan diri sendiri dan lain-lain. Nilai-nilai kehidupan adalah norma-norma yang berlaku dalam masyarakat atau prinsip-prinsip hidup menjadi pegangan seseorang dalam hidupnya, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga negara. Sedangkan moral adalah ajaran tentang baik, buruk perbuatan dan kelakuan, akhlak dan sebagainya. Sikap adalah kesediaan bereaksi individu terhadap tampak dalam pengalaman nilai-nilai. Tingkat perkembangan pasca konvensional harus dicapai oleh remaja. Menjadi remaja berarti mengerti nilai-nilai, yang berarti tidak hanya memperoleh pengertian saja tetapi juga dapat menjalankannya/mengamalkannya. Orang tua dan orang penting lain di sekitar remaja mempengaruhi perkembangan nilai, moral dan sikap. Upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pengembangan nilai, moral, dan sikap remaja adalah menciptakannya komunikasi disamping memberi informasi dan remaja diberi kesempatan untuk berpartisipasi untuk aspek moral serta menciptakan sistem lingkungan yang kondusif.


TUGAS PERKEMBANGAN KEHIDUPAN PRIBADI, PENDIDIKAN DAN KARIER DAN KEHIDUPAN BERKELUARGA

Kebutuhan seorang individu muncul karena pertumbuhan dan perkembangan psiko fisisnya. Dorongan (motif) merupakan faktor utama munculnya kebutuhan dan dorongan tersebut secara alami maupun karena proses belajar akan mendorong seseorang individu untuk bertingkah laku memenuhi kebutuhannya. Dalam upaya memenuhi kebutuhannya, seseorang remaja banyak menghadapi masalah, antara lain kondisi yang amat berbeda antara masa anak-anak dan masa remaja atau dewasa, norma yang amat berbeda karena pengaruh perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pendidikan, kesulitan dalam menilai kemampuan dirinya dibandingkan dengan permasalahan yang dihadapi, dan kesulitan dalam penyesuaian diri dengan berbagai kondisi masyarakat yang amat kompleks. Menjalani perkembangan bagi remaja tidak lain adalah melaksanakan tugas-tugas yaitu mempersiapkan dirinya untuk dapat diterima sebagai individu yang mampu berdiri sendiri di dalam malaksanakan kehidupan bermasyarakat. Tugas-tugas itu meliputi tugas kehidupan pribadi, dalam kehidupan sosial, dan tugas dalam kehidupan keluarga. Hampir setiap pemuda mempunyai dua tujuan utama, pertama menemukan jenis pekerjaan yang sesuai dan kedua menikah dan membangun rumah tangga.

Cinta yang ditandai dengan hubungan akrab antara pria dan gadis yang dicintainya yaitu melalui tiga tahap yakni, tahap eksplorasi, penawaran dan komitmen. Pernyataan cinta dan penetapan pilihan pasangan hidup tidak cukup antara remaja pria dan wanita, tetapi melibatkan banyak pihak dalam keluarga maupun masyarakat. Mengembangkan program pendidikan dan pembinaan karier merupakan langkah yang perlu ditempuh untuk mengatasi berbagai masalah kehidupan pendidikan dan karier. Program tersebut adalah bimbingan karier, pendidikan dalam upaya mengarahkan siswa untuk menentukan pilihan jenis pendidikan, memberikan latihan-latihan praktis terhadap siswa. Keberhasilan dalam memilih pasangan hidup untuk membentuk keluarga banyak ditentukan oleh pengalaman dan penyelesaian tugas-tugas perkembangan dimasa sebelumnya.


PENYESUAIAN REMAJA

Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah prilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Dalam penyesuaian diri tentu saja tidak ada individu yang dapat menyesuaian diri dengan sempurna karena banyak terjadi berbagai tekanan dan tantangan hidup disekelilingnya yang harus dihadapi. Proses penyesuaian diri yang tertuju pada pencapaian keharmonisan antara faktor internal dan eksternal anak sering menimbulkan konflik, tekanan, frustasi dan berbagai macam prilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan. Terkadang dalam melakukan penyesuaian diri, individu dihadapkan oleh berbagai rintangan, tentu saja ada individu yang melakukan penyesuaian diri secara positif maupun yang salah. Penentu penyesuaian identik dengan faktor-faktor yang mengatur perkembangan dan terbentuknya pribadi secara bertahap. Penentu-penentu itu dapat dikelompokkan  kedalam kondisi jasmaniah, perkembangan dan kematangan, penentu psikologis dan lingkungan. Tingkat penyesuaian diri dan pertumbuhan atau perkembangan remaja sangat tergantung pada sikap orang tua, dan kondisi lingkungan keluarga. Orang tua yang otoriter akan menghambat perkembangan penyesuaian diri remaja.

Permasalahan-permasalahan penyesuaian diri yang dihadapi remaja dapat berasal dari suasana psikologis keluarga seperti keretakan keluarga. Selain itu permasalahan-permasalahan penyesuaian akan muncul bagi remaja yang sering pindah tempat tinggal. Lingkungan sekolah mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan jiwa remaja. Sekolah selain mengemban fungsi pengajaran juga fungsi pendidikan. Guru-guru akan membantu anak didik jika mereka menghadapi kesulitan dalam pelajarannya. Guru-guru bimbingan dan penyuluhan akan membantu anak didik yang mempunyai masalah pribadi, masalah penyesuaian diri baik terhadap dirinya maupun terhadap tuntunan sekolah. Guru hendaknya dapat bersikap yang lebih efektif, seperti adil, jujur, menyenangkan, penuh pengertian, antusias, mampu mengontrol diri, humor, dan sebagainya sehingga siswanya akan merasa senang dan aman bersamanya.

Kesimpulan :

Individu adalah manusia yang berkedudukan sebagai pribadi yang utuh, pilah, tunggal dan khas. Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. Manusia terus mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan tersebut dialami semenjak manusia masih di dalam kandungan. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat, dalam perjalanan waktu tertentu sedangkan perkembangan merupakan proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan lingkungannya. Dengan kata lain perkembangan merupakan perubahan fungsional yang dipengaruhi oleh pencapaian tingkat kematangan fisik. Proses pertumbuhan ditandai oleh perubahan menuju ke kesempurnaan struktur dan bentuk tubuh secara ideal dan pada saatnya akan mencapai tingkat kematangan serta berpengaruh terhadap perkembangan sosio psikologis, seperti kemampuan berfikir, kemampuan berbahasa, kemampuan bersosialisasi dan kemampuan mengendalikan emosi. Seiring manusia mengalami pertumbuhan, manusi juga mengalami perkembangan intelek, sosial dan bahasanya. Intelek adalah kecakapan mental, yang menggambarkan kemampuan berpikir. Perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antarmanusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia dan hubungan sosial berkaitan erat prosesnya dengan penyesuaian diri yang berpengaruh terhadap tingkah laku.

Emosi merupakan warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik. Pola emosi remja sama dengan pola emosi masa kanak-kanak. Emosi sangat mempengaruhi tingkah laku baik itu rasa gemetar ketika takut atau marah. Berinjak dari hal itu, remaja bukannya hanya masa peralihan yang diwarnai oleh beragam emosi, melainkan kebutuhan untuk membangun rumah tangga (keluarga). Tentu dalam mencari kebutuhan-kebutuhan tersebut manusia tidak akan pernah lepas dari ketidak sempurnaan, maka dari itu peran lingkungan menjadi pedoman manusia dalam menemukan penyesuaian diri yang baik dan salah.

DAFTAR PUSTAKA

Sunartono, Prof dan Hartono, Dra. 2006. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

 

 

 

 

 

About naratekpend

Apa aja boleh

2 responses to “Sinopsis Landasan Peserta Didik”

  1. daduz jaya says :

    Sangat membantu dalam menambah wawasan saya, mohon izin sebagai bahan rujukan..:)

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: