LOGIKA (Penalaran Dalam Kalimat)


A. Kesimpulam Umum

Kesimpulan umum adalah kesimpulan yang dibuat berdasarkan fakta-fakta khusus. Proses penarikan kesimpulan umum dari fakta-fakta khusus ini merupakan proses bernalar yang dilakukan secara induktif.

Contoh penalaran induktif ini, misalnya kita ambil fakta-fakta khusus dari dunia hewan. Dalam dunia hewan kita lihat, bahwa:

  • Ayam bertelur
  • Itik bertelur
  • Angsa bertelur

Berdasarkan fakta-fakta khusus tersebut kita dapat menarik kesimpulan umum, bahwa angsa adalah binatang yang bertelur. Walaupun satu kesimpulan umum sudah sah dan logis tetapi belum tentu kesimpulan itu dapat diterima. Sebuah kesimpulan umum dapat diterima kebenarannya apabila data dan fakta yang dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan itu:

(a) cukup banyak

(b) pantas dijadikan contoh atau model

(c) tidak ada kecuali.

Contoh kesimpulan umum: Ikan bernafas dengan insang

Contoh tersebut masih diragukan kebenarannya karena seperti kita tahu, ternyata lumba-lumba, pesut dan paus tidak bernafas dengan insang melainkan dengan paru-paru.

Agar kesimpulan umum tentang ikan itu bisa diterima kebenarannya, kita harus memberi keterangan misalnya dengan kata pada umumnya atau sebagian besar. Dengan demikian, kesimpulan tersebut kita perbaiki menjadi:

  • Pada umumnya ikan bernafas dengan insang.
  • Sebagian besar dari ikan bernafas dengan insang.

B. Kesimpulan khusus

Kesimpulan khusus adalah kesimpulan yang ditarik berdasarkan suatu pernyataan umum dan suatu pernyataan khusus. Proses penarikan kesimpulan berdasarkan suatu pernyataan umum dan suatu pernyataan khusus ini merupakan suatu proses bernalar secara deduktif.

Pernyataan yang bersifat umum (PU) biasa disebut premis mayor dan pernyataan yang bersifat khusus (PK) biasa disebut premis minor. Berdasarkan dua pernyatan itu dihasilkan suatu kesimpulan khusus.

Misalnya:

PU    : Semua guru mengajar sesuai kurikulum.

PK    : Ibu saya adalah guru

Jadi   : Ibu saya mengajar sesuai kurikulum

Kesimpulan ini sah, logis, dan benar.

Bandingkan dengan contoh berikut!

PU    : Semua Guru mengajar sesuai kurikulum.

PK    : Ibu saya mengajar sesuai kurikulum

Jadi   : Ibu saya adalah guru

Kesimpulan ini tidah sah, tidak logis, dan tidak benar.

Suatu kesimpulan khusus dapat dianggap sah, logis, dan benar apabila dibentuk dengan memerhatikan hal-hal berikut.

  1. Subjek pada PU adalah predikat pada PK, sedangkan kesimpulan itu sendiri  berupa subjek PK menjadi subjek kesimpulan, dan predikat PU menjadi predikat kesimpulan.

PU                   : S1  P1

PK                   : S2  P2  (S1)

Kesimpulan     : S1  P2

Perhatikan !

PU    : Semua guru  mengajar sesuai kurikulum.

S1                  P1

PK    : Ibu saya  adalah guru

S2           P2  (S1)

Jadi   : Ibu saya  mengajar sesuai kurikulum

S2           P1

Kesimpulan tersebut sah, logis, dan benar. Perhatikan contoh berikut!

PU    : Semua guru  mengajar sesuai kurikulum.

S1        P1

PK    : Ibu saya   mengajar sesuai kurikulum

S2            P2 (S1)

Jadi   : Ibu saya  adalah guru

S2           P3  (S1)

Kesimpulan ini tidak sah, tidak logis, dan tidak benar, karena predikat kesimpulan ini bukan P1, lagipula P2 dan PK tidak sama dengan S1.

  1. Konsep atau pernyataan dalam PU harus sesuai dengan kenyataan atau dapat diuji kebenarannya. Perhatikan kesimpulan berikut!

PU    : Semua Mahasiswa memperbarui status facebook.

PK    : Saya adalah mahasiswa

Jadi   : Saya memperbarui status facebook.

Kesimpulan ini sah dan logis, tetapi tidak benar. Ketidakbenaran itu sebagai akibat dari PU-nya yang tidak benar. Sebagaimana kita ketahui tidak semua mahasiswa yang bergabung dalam facebook, mungkin karena tidak mengetahui cara penggunaan facebook atau mungkin tidak memiliki fasilitas untuk mengakses internet.

3.   Kalau PU bersifat khusus atau bersifat negatif, maka kesimpulannya harus bersifat khusus atau bersifat negatif pula. Perhatikan contoh berikut!

PU       :  Sebagian besar mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan memiliki keahlian di bidang mendesain pembelajaran.

PK       : Ria seorang mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan

Jadi      : Ria mungkin memiliki keahlian di bidang mendesain pembelajaran.

Contoh lain:

PU       : Tidak semua barang elektronik itu mahal.

PK       : TV merupakan barang elektronik.

Jadi      : Tidak semua TV itu mahal.

4    Kalau PU dan PK sama-sama bersifat khusus atau negatif tidak dapat ditarik suatu kesimpulan. Perhatikan contoh berikut!

PU       : Beberapa mahasiswa adalah penyanyi pop

PK       : Beberapa mahasiswa adalah pemain musik.

Jadi      : ……(tidak mungkin)

Contoh lain

PU       : Semua perampok adalah warga negara yang tidak baik.

PK       : Dia bukan warga negara yang baik.

Jadi      : Dia…..(tidak mungkin)

About naratekpend

Apa aja boleh

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: