Fungsi Motivasi Dalam Belajar


https://i1.wp.com/2.bp.blogspot.com/-cPDo5E9_wJ4/TxhrJLr-8mI/AAAAAAAAF4w/hd04oyzTxmY/s1600/kata-kata-motivasi-2012.jpg

Para ahli psikologi mengartikan kebutuhan dalam kaitannya dengan motivasi menggunakan cara yang berbeda diantaranya mementingkan kebutuhan fisik, emosional dan kognitif. Maslow (1945), dengan teori kebutuhannya menggambarkan hirarkhis dari berbagai kebutuhan, dimana kebutuhan pertama merupakan dasar untuk timbul kebutuhan berikutnya, jadi terpuaskan atau tidaknya kebutuhan itu tidak menutup kemungkinan kebutuhan itu tidak akan muncul lagi. Kebutuhan paling utama atau yang tertinggi yaitu jika kebutuhan individu terpenuhi maka ia akan merasa bebas untuk menampilkan seluruh potensinya secara penuh sehingga timbul rasa percaya diri, merasa berharga, merasa kuat, merasa mampu dan merasa berguna dalam hidupnya.

Rakert. W. White (1959), kecakapan diperoleh secara berangsur-angsur memalui belajar dalam waktu jangka panjang. Kebutuhan belajar dalam jangka panjang, hal ini untuk memiliki kecakapan berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya. Untuk itu kita sebagai pendidik harus mengetahui siswa yang memiliki motivasi rendah dan siswa yang memiliki motivasi yang tinggi.

Siswa datang ke sekolah memiliki pemahaman tentang dirinya sendiri secara keseluruhan dan kemampuan mereka pada khususnya. Jika pengaruh yang diberikan orang lain seperti guru, orang tua, dan teman sebaya negatif maka pemahaman negatif pula yang ia rasakan tentang dirinya. Hal ini akan berdampak buruk bagi dorongan intelektual dan kesuksesannya dalam memenuhi kebutuhan berprestasinya di sekolah. Motivasi sangat bertalian erat dengan suatu tujuan, makin berharganya tujuan itu bagi yang bersangkutan maka kuat pula motivasinya.

Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Motivasi itu mendukung manusia untuk berbuat atau bertindak, motivasi berfungsi sebagai penggerak yang memberikan energi atau kekuatan seseorang untuk melakukan sesuatu.
  2. Motivasi dapat menentukan perbuatan yakni ke arah suatu tujuan atau cita-cita.
  3. Motivasi menyeleksi perbuatan : menentukan perbuatan-perbuatan mana yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan

Fungsi lain dari motivasi adalah sebagai berikut:

  1. Mendorong timbulnya suatu perbuatan
  2. Motivasi sebagai pengarah
  3. Motivasi sebagai penggerak

Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi dalam belajar

Pendidikan tensional artinya pengaruh yang diadakan dengan sengaja, oleh orang dewasa kepada anak, supaya dengan pertolongn itu anak dapat mencapai tujuan pendidikan.

Dengan demikian pendidikan harus merenungkan tujuan yang harus dicapai. Menurut Atto Wilmann didalam uraiannya tentang pertumbuhannya dan pembentukan manusia ada enam motif yang menggerakkan anak mau belajar antara lain:

  1. Motif psikologik : keinginan manusia untuk mengetahui, bekerja dan mengenal sesuatu
  2. Motif praktis : keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan tertentu
  3. Motif pembentukan kepribadian : menumbuhkan kepribadian dalam segi estetik dan intelektualistik.
  4. Motif kesusilaan : membentuk watak atau kepribadian
  5. Motif sosial : mengetahui segala sesuatu yang layak atau tidak dilakukan dalam pergaulan.
  6. Motif ketuhanan : belajar mengabdi pada Tuhan

Motivasi mempunyai nilai dalam pengajaran adalah menjadi tanggung jawab guru agar pelajaran yang diberikan berhasil dengan baik. Keberhasilan ini banyak bergantung pada usaha guru untuk dapat membangkitkan motivasi pada siswanya untuk belajar. Garis besarnya motivasi mengandung nilai-nilai sebagai berikut:

  1. Motivasi menentukan tingkat berhasil dan kegagalan perbuatan belajar siswa
  2. Pengajar yang bermotivasi harus disesuaikan dengang kebutuhan, motif, minat yang dimiliki siswa.
  3. Pengajaran bermotivasi membentuk aktivitas dan imaginitas pada guru untuk membangkitkan dan memilihara motivasi belajar siswa
  4.  Berhasil atau tidaknya membangkitkan penggunaan motivasi dalam pengajaran erat hubungannya dengan aturan disiplin dalam kelas.
  5. Azas motivasi menjadi salah satu bagian yang integral dari asas-asas mengajar.

Dalam rangka mendorong motivasi siswa untuk belajar di sekolah yang menganut pandangan demokratis, dengan menciptakan belajar dikemukakan oleh “Keneth M. Mover” adalah:

  • Pujian
  • Manfaat minat yang telah dimiliki siswa yang bersifat ekonomis
  • Kegiatan-kegiatan yang merangsang minat siswa.
  • Rasa cemas yang besar menimbulkan kesuliatan belajar bagi siswa
  • Tugas terlalu sukar dan bantuan tidak ada maka akan menjadikan siswa menjadi frustasi
  • Tekanan kelompok siswa biasanya bersifat pasif dalam kelompok.
  • Kreativitas siswa yang besar erat kaitannya dengan motivasi belajar bagi siswa.

Usaha meningkatkan motivasi dalam belajar

Agar membangkitkan motivasi belajar belajar siswa, guru dapat melakukan berbagai cara sebagai berikut:

  • Memberi angka untuk mengetahui hasil pekerjaannya.
  • Memberikan pujian untuk menimbulkan rasa puas dan senang
  • Pemberian hadiah bisa dilakukan sewaktu-waktu untuk mendorong siswa untuk berprestasi
  • Kerja kelompok dilakukan untuk menumbuhkan kerja sama dalam belajar dan saling memotivasi dengan anggota lainnya dalam satu kelompok.

Persaingan

Sedangkan usaha membangkitkan perhatian disengaja

  • Memberikan pengertian manfaat bahan pelajaran yang akan diajarkan pada siswa.
  • Menghubungkan antara hal-hal yang sudah diketahui siswa dengan hal-hal yang akan diketahui siswa
  • Mengadakan konpetisi dalam belajar
  • Memberikan hukuman dan pujian tetapi yang bijaksana.

Tenner dan Lindgen (1971) mengemukakan tentang pengaruh guru terhadap tingkah laku atau aktivitas siswa dalam belajar. Mereka menjadikan guru sebagai model yang perlu dicontoh, untuk lebih memahami siswanya guru harus lebih jeli lagi dalam memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Tingkah laku siswa
  • Karakteristik siswa

About naratekpend

Apa aja boleh

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: